Headlines
Published On:Kamis, 17 Mei 2012
Posted by azhar lizaraju

Ibumu, Ibumu, Ibumu, Lalu Ayahmu…


"Tidak ada pengorbanan yang lebih besar daripada ibumu"

Andaikan satu desa mengatakan bahwa engkau adalah orang jahat hanya seorang ibu berani membela mati-matian, bahwa anaknya itu adalah orang baik, Andaikan engkau itu adalah seorang pencuri, hanya ibumulah yang mengatakan bahwa engkau bukanlah seorang pencuri.
Andaikan engkau mempunyai kesusahan siapa yang lebih peduli? Apakah teman-temanmu, Kekasihmu? Atau
kerabat dekatmu? Hanya ibu yang pertama kali yang memperhatikanmu. Dan Andaikan engkau terkapar sakit, siapa yang memperhatikanmu? Sekali lagi ibumulah yang pertama kali susah.

Maka...
Sejelek-jelek apapun ibumu, dia rela berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan dan memberikan air susunya untuk membesarkanmu.

Sejahat-jahat ayahmu, dia pernah mencucurkan peluh keringatnya untuk memberikan sesuap nasi kepadamu.

Maka ingatlah wahai saudaraku jangan kau sia-siakan ibu dan ayahmu, suatu saat engkau akan menyesal, walaupun sekarang tidak kau rasakan.

Betapa sakitnya dan betapa pilunya ketika ia sudah tidak disampingmu lagi dan engkau ditinggalkan untuk selama-lamanya. Berbaktilah pada ibumu, ibumu, ibumu, lalu ayahmu,

berikan senyuman terindah untuk mereka berdua..

________________________________________________

Teruntuk Ibu dan Ayahku.

Ya Alloh mengapa daku berbuat dosa, mengapa daku berbuat dholim…

Kusakiti ibu yang melahirkanku, kusiksa dia. Air susunya takkan terbalaskan...

Kubuat dia menangis, susah dan menderita.
Masih adakah pintu maaf bagiku ??

Keringat dan air mata ayahku tak terbalas Kubuat dia menderita sampai tua, bahkan nafas terakhirpun aku tak peduli...
Alangkah dosanya daku, Dosa-dosa terbayang di pelupuk mata Jahanam serasa dihadapanku, Kucoba berkata lirih, ampunilah daku….

Ibu…ibu…ibu…. Aku anakmu

Ayah… ayah... ayah aku buah hatimu

Tegakah... tegakah, aku berselimut dosa, nafasku berbau dosa,

Ampuni anak dan buah hati ini
Ya Alloh
Ampuni ibu... ampunilah ayah…. Biarlah aku sebagai gantinya, biarkan aku dineraka Asal ibu…. ayah bahagia, biarlah aku tak pernah berjumpa lagi,
Kumohon...sampaikan air mata penyesalan ini kepada ibu dan ayahku…

About the Author

Posted by azhar lizaraju on 19.14. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

By azhar lizaraju on 19.14. Filed under . Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

0 komentar for "Ibumu, Ibumu, Ibumu, Lalu Ayahmu…"

Leave a reply

Video

Flag Counter

teaser

mediabar

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

    Arsip Blog